ji

Kamis, 03 September 2026

Lihat Teman Healing Terus Padahal Dompet Tipis? Cara Berhenti Iri Tanpa Harus Unfollow

Scroll medsos ngintip teman-teman lagi traveling, healing.(Gb.milik admin)

Iseng.Scroll Instagram dan medsos malam-malam.

Tampak ada teman posting di Bali, ngopi aesthetic 35 ribu, caption "self healing".Teman yang satu posting di Perancis, Australia,Mekkah,dan sebagainya.

Kita...? di kos-kosan.., ngitung sisa beras, tagihan listrik belum dibayar,kuota,tagihan dll-dll.

Langsung muncul rasa: "Kok hidup aku gini-gini aja ya?"

Kalau kamu ngerasa itu, kamu gak jahat. Kamu manusia. Dan kamu gak sendirian.

Rasa iri itu bukan karena kamu benci temanmu. Tapi karena kamu lelah dan butuh jeda juga.Hal itu manusiawi, normal dan wajar.

Rabu, 02 September 2026

Burnout Kerja Tapi Butuh Uang - Mau Resign Takut Gak Makan, Bertahan Makin Sesak

Jenuh karena Uang (Gambar koleksi Admin)

Situasi.....,.!

Jam 7 pagi udah capek. Belum kerja, tapi tubuh udah lelah duluan.

Di kantor senyum, di hati pengen nangis.Ruwet,jenuh,bosan dan seribu perasaan tak menentu memenuhi hati dan pikiran.Mau resign, langsung kepikiran cicilan, uang sekolah, kontrakan. Akhirnya bertahan, tapi tiap hari rasanya makin habis.

Kalau kamu di fase ini, dengerin dulu: kamu bukan manja, kamu bukan gak bersyukur. Kamu burnout. Dan burnout karena butuh uang itu lelahnya double — lelah fisik dan lelah takut.

Bedanya Capek Biasa vs Burnout Uang.

Selasa, 01 September 2026

Takut Masa Depan - Lihat Tabungan Orang Lain Sudah Banyak, Kita Masih Nol

Cemas Saldo Minim Terus.(gb.koleksi admin)

Buka tabungan, angka masih segitu-segitu aja.

Buka Instagram, nonton medsos orang seumuran udah posting beli rumah, umroh orang tua, tabungan emas 10 gram,beli motor gede,mobil baru, holiday tiap Minggu dsb.

Langsung sesak: nanti kalau aku tua gimana? Kalau anak butuh banyak gimana? Kalau sakit gimana?

Kalau kamu takut masa depan karena tabungan masih nol, kamu bukan pemalas. Kamu orang yang peduli sama masa depan, cuma jalannya lagi berat sekarang.

Senin, 25 Mei 2026

Menyaksikan Pawai Juara Persib 2026

Persib membuat juara liga super Indonesia ketiga kali berturut-turut,juara tahun 2024,25 dan 2026.

Sejak magrib malam Minggu sesaat setelah menahan imbang Jepara 0-0 berdasarkan nilai yang unggul dari runner-up Borneo FC maka Persiblah yang berhak jadi juara tahun ini,Bobotoh Persib secara spontan langsung pesta di tempat.

Penulis saksikan di alun-alun Ciwidey saat magrib tiba lalulintas langsung berhenti dan terkunci dari arah Patenggang ke Bandung dan sebaliknya,bukan macet tapi berhenti total ruas jalan dijadikan ajang pesta juara.

Saya dari arah Patenggang mau balik ke Bandung terpaksa cari jalan tikus,jalan pintas masuk ke belakang mesjid besar Ciwidey dan keluar ke dekat Pasir Jambu.

Beruntung sepanjang jalur Pasir Jambu ke Soreang ramai lancar.
Namun......

Di depan Kantor Bupati Bandung sampai ke pintu tol Soroja saya kejabak macet lagi sampai ke pintu toll Soreang.

Di jalan toll lancar dari Soreang ke Lampu merah Pasir Koja..,

Nah....dari lampu merah Terusan Pasir Koja sampai Alun-alun jalanan sudah tumplek plek masyarakat dan Bobotoh membaur membuat kami tersendat lagi perjalanan sampai saya harus mematikan mesin mobil kami di jalur ini.

Dari Pasir Koja sampai ke alun-alun Bandung yang jika normal paling butuh setengah jam,kali ini saya pasrah menghabiskan hampir 4 jam baru bisa sampai ke daerah Braga dan sekitarnya

Ini terjadi malam Minggu sesaat setelah pertandingan laga terakhir dengan Persijap Jepara berakhir.

Konvoi random,spontan dan sedikit "brutal" sebab anak muda menggunakan motor ada yang membahayakan jalan zig-zag lalu menggeber knalpot brong....dan berkumpul.menari gembira.

Beruntung tidak terjadi hal yang membuat celaka.Tetapi menyaksikan langsung di jalan sangat.....ngeri-ngeri sedap bagi kami orang tua.

Syukur tidak terjadi kerusuhan, semua warga Bandung ikut euforia yang terjadi hampir tiga kali lipat lebih seru dari tahun-tahun yang lalu.

Itu semua terjadi Sabtu malam Minggu.

Besoknya konvoi resmi diadakan dan Bobotoh tumplek blek di wilayah kota dan sekitarnya.

Konvoi pemain melewati jalan Asia-Afrika dan disambut KDM gubernur Jawa Barat.

Lalu.....ramai sekali,macet dan padat.

Catatan: Dalam kerumunan saya menemukan oknum yang mabuk tetapi mereka masih kontrol,kadang sesekali meminta air mineral atau sebatang rokok tapi tidak memaksa.

Sangat disayangkan ada oknum yang harus selalu mabuk,padahal konvoi dan pesta jalanan semacam ini adalah ekspresi kegembiraan karena klub yang kita dukung jadi juara.

Bagi warga hal ini adalah hiburan yang sangat langka,sebab tak tentu apakah setiap tahun klub dukungan kita jadi juara.

Meskipun sedikit lelah ikut  konvoi tapi lumayan bisa dapat momen untuk membuat konten langka bagi akun medsos mereka.

Macet, berkumpul,menari,geber knalpot,jalan ikut keramaian,teriak juara.,...foto sama sini,dan pulang bawa bendera dan baju Jersey yang sudah basah keringat..tidak dirasa oleh pendukung sebuah klub.

Hal ini menggambarkan dahsyatnya harga sebuah simpati,rasa senang atau suka bahkan ada yang sudah terlanjur cinta.,.mungkin.

Salam olahraga!



Jumat, 22 Mei 2026

Oknum yang Hobi jadi Perusuh

Hampir dalam setiap even yang melibatkan pergerakan massa di tanah air banyak terjadi kerusuhan,baik rusuh skala kecil bahkan beberapa kasus terjadi kerusuhan besar dan banyak memakan korban.

Di suasana hajatan saja yang nota bene sebagian besar yang hadir terdiri dari kerabat,teman kerja atau kenalan keluarga pengantin bisa terjadi kerusuhan,perkelahian dan semacamnya.

Ketika konser musik atau kumpulan kampanye kerusuhan suka terjadi meskipun yang hadir masih satu komunitas atau bahkan satu kepentingan yaitu menonton atau mendukung orang atau partai yang sama.

Di mana saja bila terjadi kerumunan selalu berpotensi kerusuhan fisik perkelahian.

Tidak terkecuali di dunia olahraga,dimana pada event olahraga sikap sportifitas seharusnya dijunjung tinggi.

Namun tidak berlaku bagi oknum yang suka jadi perusuh,mereka tak memandang sedang dimana dan bagaimana,oknum perusuh memang sukanya membuat kerusuhan.

Motif mereka jadi perusuh bermacam-macam ada yang memang berasal dari niat sendiri karena terlalu kecewa atau bentuk protes atas sebuah situasi.

Yang lebih berbahaya ketika perusuh sudah ada yang mendalangi,lebih berbahaya dan bisa merebak lebih luas bahkan bisa menganggu keamanan dan ketertiban umum yang lebih luas.

Pada konvoi euforia juara klub sepakbola Persib di kota Bandung misalnya,ketika usai pertandingan yang menjadikan Persib juara para Bobotoh biasanya spontan turun ke jalan dan pawai secara random dengan rute yang tidak teratur ,spontan saja belum konvoi resmi yang diarahkan panitia.

Di situasi inilah suka terjadi kerusuhan antar peserta acak bertemu di jalan bersinggungan atau tabrakan kecil bisa menjadi penyulut kerusuhan.

Atau bahkan disinyalir ada orang jahat tertentu yang ikut memanfaatkan kerumunan ramai untuk niat jahat mereka,biasanya mereka membuat rusuh di jalan raya lalu membegal motor korban.

Untuk itu waspada selalu bila kita sedang ada di kerumunan pada suatu even atau acara yang melibatkan kumpulan orang banyak.

Waspada adalah sikap hati-hati dan tenang sadar akan situasi dan kondisi ketika kita sedang mengikuti acara dl keramaian yang melibatkan banyak orang.

Waspada bukan curiga tapi hati-hati hati dan sadar bahwa di antara orang banyak itu di sebuah acara,suka ada oknum pengikut yang jadi perusuh.

Terimakasih sudah membaca.(Ang'S)

Bandung Besok Siap-siap Pesta Persib

Pertandingan terakhir liga super Indonesia tahun ini bagi Persib vs Persijap Jepara di kandang Persib,sangat menentukan jika Persib menang maka juara tiga kali berturut-turut (hattrick) terjadi.

Dan semua Bobotoh pendukung Persib berharap pertandingan besok bisa menang.

Jika menang, siap-siap jalanan utama pusat kota Bandung akan dipenuhi oleh pesta kemenangan di seluruh ruas jalan kota.

Tanding ke 34 dari 34 putaran Sabtu,23 Mei 2026 pukul :16.00 tempat Stadion GBLA Bandung.

Jika anda akan melakukan perjalanan keperluan pribadi mungkin besok malam Minggu lebih baik hindari berkendara lewat jalan flyover Pasopati,Jl Cihampelas,jalan Merdeka, Sulanjana,Jalan Asia Afrika,Braga, Alun-alun,Oto Iskandar Dinata, dan sekitar itu.

Tapi jika ingin ikut konvoi dan nonton kirab jika ramai bersama keluarga cukup nonton di depan alun-alun saja.

Jika juara lagi, kemungkinan hari Minggu pesta juara biasanya berlanjut hingga malam Senin.

Untuk teman yang mau piknik ke Bandung besok Sabtu dan Minggu pasti ada kemacetan di semua jalur menuju pusat kota.

Mungkin lebih baik memilih nginap di Lembang atau di Ciwidey jika tak berminat nonton pesta juara Persib.

Selamat pagi.   

Kamis, 21 Mei 2026

Orang Kampung Tak Pakai Dolar ?

Secara langsung tunai atau kontan alat pembayaran jual beli di kampung Indonesia tidaklah rakyat menggunakan uang dolar,itu benar dan tidak salah.

Tetapi pernyataan untuk tenang di tengah nilai tukar rupiah ke dollar lemah menembus angka 17.000 per 1 dolar Amerika tentu secara tidak langsung akan pengaruh paling tidak ke kenaikan banyak komoditas yang orang desa biasa dibeli.

Sejak terjadi perang timur tengah Iran dan Amerika meletus,rakyat level bawah sudah merasakan dampaknya.

Secara kasat mata harga beberapa komoditas dan bahan pokok sudah banyak yang harganya naik.

Gaya hidup orang kampung sekarang sudah berbeda sejak lama,kalau dahulu di kampung tidak memegang uang serupiah pun tak jadi masalah,sebab kebutuhan mereka hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan makanan dan sedikit kebutuhan sekunder.

Namun zaman berubah,(Apakah pak Presiden tidak tahu hal ini.....? Wallahu alam).

Zaman sudah berubah mister....!!

Di kampung sekarang hampir sama saja dengan orang kota,yaitu jika tak ada uang kontan maka sulitlah aktivitas sehari-hari mereka.

Di kampung sekarang pergi ke sekolah perlu ongkos,beli BBM,beli lauk pauk,beli pulsa,uang jajan anak,beli gas untuk kompor,bayar Listrik dan sebagainya.

Yang kesemuanya itu perlu uang tunai...! Dan itu semua berhubungan dengan naik turunnya harga-harga.Secara tidak langsung jika nilai tukar Rupiah ke Dollar Amerika payah tentu akan berpengaruh ke harga-harga jadi naik dan mahal...

Bla-bla-bla....dst..dst...yang sebenarnya ini semua kalangan sudah faham tentang itu.

Sebagai bagian dari warga kampung saya heran dengan pernyataan pemimpin kita itu.

Ya sudahlah,orang kampung memang betul tidak bertransaksi dengan menggunakan uang Dollar...tapi......! Cape dwech....!

Salam.

Disclaimer

Penyangkalan

Selamat Datang,Wilujeng Sumping Dulur.. Bersama ini ijinkan saya memberitahukan penyangkalan sebagai berikut: 1.Blog ini (http://bernadaindo...