Selasa, 04 Juli 2023

Sepeda Kopi atau Kopi Sepeda

Kawasan kota Jakarta pusat "dikuasai" oleh jaringan group pedagang kopi instan memakai sepeda.

Sepeda bukan kendaraan bermotor,terus bisa didorong di panggul jika perlu kalau bertemu jalan buntu.

Sepeda di jalanan kota tidak dilarang seperti kendaraan Becak zaman dahulu,khususnya di wilayah DKI Jakarta 

Memanfaatkan jarak terlalu jauh ke kios atau warung di komplek perkantoran atau tempat wisata dan gedung-gedung mewah di daerah ini,para pedagang kopi instan menggunakan sepeda untuk tempat berjualannya.

Selain bersifat mobile,jualan kopi instan di sepeda dianggap lebih lincah dan praktis untuk menembus pasar konsumen kopi murah instan di antara antar gedung dan kantor yang memang tidak ada mengijinkan ada warung atau kios di depannya.

Sedangkan pejalan kaki dan pegawai atau karyawan membutuhkan minum kopi untuk sekedar jeda istirahat atau menemani mereka nongkrong di depan kantor.

Kreatif dan tentu salut kita pada semangat berusaha mereka ini.

Meskipun sedikit agak runyam hehe untuk pemandangan di trotoar bersih dan rapi,tetapi kadang saya juga jajan ngopi membeli pada mereka.

Seduh kopi hitam,guyur air panas dari termos dan kopi instan siap diseruput walau hanya diseduh di cup plastik tipis yang jika tak hati-hati bisa luber itu air kopi panasnya.

Untuk harga mereka mematok harga pasaran sama dengan harga kalau kita membeli dari warung kopi di ujung gang atau kampung kita.

Selamat berjuang kawan,jangan lupa bawa selalu tempat sampahnya,jaga kebersihan dan kita semua menjemput rezeki dari segala jalan dan bentuk usaha.

Semoga halal dan berkah,hasilnya untuk menghidupi anak istri,bahkan ada yang mampu membiayai kuliah anaknya hasil dari berjualan kopi instan bersepeda di kota Jakarta.

Ini sebagian aktivitas mereka saya foto di jalan Cikini Raya Menteng Jakarta pusat.

Pedagang Kopi Sepeda di Cikini
Jakarta Pusat ( Foto milik bernadaindo)


Di Cikini Jakarta Pusat

Bangun Saat Fajar Langsung Sarapan

Kakek dan nenek kami,saat ini usianya mungkin 85 sampai 90 tahun.Umur sekian sudah rada pikun tetapi pendengaran dan penglihatan masih terbilang bagus.

Mereka zaman dahulu hidup di perkampungan letak rumahnya di atas bukit tetapi subur dan hijau.

Rumah panggung besar ukuran di masa itu,kalau ke WC harus ke jamban umum kurang lebih sepuluh atau dua puluh meter di bawah rumah.

Sumber airnya dari sumur mata air alami di bawah pohon Kiara dan Beringin yang sudah tua,akarnya seperti jenggot orang tua kalau malam sungguh seram suasananya.

Mata air pegunungan belum tercemar polusi,di punggung bukit masih banyak pohon besar,rumput rimbun akar-akar bessar membelit pepohonan yang merupakan sumber air minum untuk penduduk sekitar.

Sering  melihat paman-paman saya dan pemuda petani jika pulang dari sawah tengah hari,sambil sekalian mandi sebelum shalat Dzuhur mereka meminum air langsung dari dekat mata airnya yang bersih jernih alami.

Tidak membuat mereka sakit,bahkan beberapa dari mereka badannya kuat,berotot,langsing tapi berisi,kurus tetapi sehat,karena setiap hari otot mereka terlatih bekerja keras di kebun atau sawah dan setiap hari mereka berkeringat.

Seperti tentara yang baru lulus dari pendidikan tantama,otot mereka kuat,legam,dan tahan kuman atau bahkan jika dipukul oleh bata merah pasti bata merah akan patah.Badan bukan berotot terbentuk karena fitnes tetapi terbentuk karena alam,karena aktivitas fisik bergelut dengan sinar matahari,panas terik,hujan,lumpur dan cangkul,otot berisi seperti Gatot kaca.

Otot kawat tulang besi.....terbentuk alami.

Itu salah satu kebiasaan yang menunjang kesehatan orang kampung zanan dahulu.Sebelum ada WC di dalam rumah,sebelum ada handphone yang mengundang terus rebahan merusak mata dan tubuh jarang bergerak apalagi berkeringat.

Zaman itu bepergian banyak berjalan kaki,berangkat bekerja jalan kaki bahkan tanpa alas kaki.

Anak sekolah dari rumah ke gedung SD terdekat ada yang berjarak tiga bahkan lebih dari lima kilometer.

Masuk SMP apalagi,biasanya letak sekolah jadi lebih jauh,dicapai pada umumnya dengan berjalan kaki,karena jalan desa belum diaspal,mobil angkot belum ada,motor masih langka dan merupakan barang mahal,jika bisa beli pun jalanan kampung masih belum bisa dilalui motor 

Itu terjadi sampai tahun 1990an,masih banyak kondisi demikian.

Efeknya ke kesehatan tubuh urang kampuang saat itu,Tubun jadi kuat,sehat dan banyak yang umurnya panjang karena secara tidak langsung kondisi saat itu pola hidup mereka masih alami,oksigen alami masih bersih,tubuh banyak bergerak,berkeringat dan makan minum belum banyak mengonsumsi makanan yang terpapar kimia.

Waktu dan masa tidak mungkin kembali,yang telah lewat era tersebut sudah lampau,pada masa kini lebih modern,lebih maju lebih mudah,lebih canggih dan tentu lebih baik dari zaman dahulu.

Namun,meskipun saat itu masih darurat dan zaman kuno,tetapi banyak hal yang bisa kita ambil manfaatnya untuk kebahagiaan hidup kita saat ini.

Diantaranya memiliki badan dan jiwa yang sehat,dengan bergaya hidup sehat ala zaman orang tua 30 atau 50 tahun yang lalu.

Sebenarnya banyak kebiasaan dan budaya orang tua zaman dahulu yang bernilai baik untuk kita tiru saat ini.Satu persatu mungkin akan penulis gali dan dimuat di blog ini sekemampuan dan sepengetahuan saya.

Misalnya,pola tidur cepat paling lambat jam 10 malam atau pukul 22.00 lalu bangun jam 3 atau 4 pagi saat fajar mulai akan terbit,dan.....sarapan wajib walau hanya sepiring nasi tanpa lauk.

Lalu menjaga makan dan minum dari bahan makanan yang kalau bisa bahannya yang masih alami atau dipastikan tidak tepapar zat kimia pengawet dan sebagainya.

Banyak bergerak,terkena sinar matahari,berkeringat dan tentu saja berserah diri secara keyakinan kepada Tuhan setelah ibadah lahiriahnya ditunaikan.

Bergerak,bermanfaat,bekerja,beribadah.......!
Hasilnya berserah kepada kehendak Alloh.

Bangun subuh,sarapan,sembahyang,olahraga dan berangkat bekerja.....atau mengurus rumah tangga bagi ibu rumahtangga....selamat pagi semua..! 

Senin, 03 Juli 2023

Jakarta-Bandung Bus AC Ekonomi 80 Ribu

Hingga 1 Juli 2023 pantauan penulis yang menggunakan jasa Bus AC ekonomi MGI dari Terminal Leuwipanjang sampai Pasar Rebo kampung Rambutan Jakarta,kondektur menarik ongkos Rp.80.000,00 per penumpang.

Tarip lebih mahal mungkin mungkin terjadi berbeda antara 10 atau 20 ribu untuk Bus AC exclusive,dengan jurusan yang sama.

Pada saat Idul.Adha 29 Juni kemarin tidak ada kenaikan khusus tarif bus Antar Kota Antar Provinsi.

Kelas ekonomi ber AC tujuan Cianjur dari Jakarta Kampung Rambutan dikenakan tarif Rp.50.000,00.

Semua rute tersebut via jalan Tol,kalau dari Bandung melalui Tol Padalarang Cikampek atau Purbaleunyi-Japek utama dan lingkar luar berakhir di pintu keluar Rambutan.

Begitupun rute Cianjur dari Jakarta melalui Tol Jagorawi banyak didominasi oleh P.O Marita.

Demikian sekilas info,menurut pengalaman penulis memakai jasa angkutan Bus dari Jakarta Pasar Rebo kampung Rambutan ke Bandung atau Cianjur.

Sementara dari Cianjur ke Bandung tarif Bus AC ekonomi rata-rata dtarik ongkos sekitar  Rp.33.000-Rp.35.000,00.

Semoga bermanfaat 

Jumat, 30 Juni 2023

Tamu Bukan Muhrim Suami Tidak Ada,Terima Dimana?

Jika dua orang berlainan jenis berduaan di satu ruangan,maka disitu hadir setan atau iblis yang cenderung akan menggoda untuk berbuat tidak baik atau jinah.

Maka sebaiknya jika seorang istri kedatangan tamu seorang pria pada saat suami tidak di rumah,tamu disapa jika harus menunggu maka dipersilahkan menunggu di kursi teras rumah yang terbuka atau disuruh datang lagi setelah suaminya pulang ke rumah.

Atau sebaliknya jika anda sebagai pria yang akan bertamu ke seseorang,ketika sampai rumahnya hanya ada istrinya,seharusnya tahu diri kita pamit dan menunggu di luar rumah mereka sehingga sampai suaminya datang.

Atau bisa saja kita mengajak saudara kedua pihak untuk menemani menunggu yang kita maksud datang atau hadir.

Dengan demikian Marwah dan kehormatan tamu ataupun pribumi tetap terjaga.

Pada saat ini teknologi telepon dan komunikasi sudah maju,maka ketika mau bertamu buatlah janji pertemuan dengan yang bersangkutan,setelah dipastikan ada dan bisa bertemu barulah kita bisa bertamu.

Demikian salah satu hal untuk menjaga keutuhan rumah tangga,tidak baik dan dilarang ada pihak ketiga hadir di dalam sebuah aktivitas rumah tangga tanpa kesepakatan kedua pihak,suami dan istri dan wajib tetap menjaga etika serta mencegah terjadi hal buruk atau jahat dikarenakan ada faktor kesempatan,yaitu kesempatan hanya berdua dalam satu ruangan atau tempat.

Semoga bermanfaat.

Sukses Sebagai Rahmatan Lil Alamin

Menjadi Rahmat dan pembawa manfaat bagi alam semesta adalah sukses paling tinggi bagi hidup dan mati seseorang.

Dalam bahasa sederhana,seseorang yang pasti bahagia dan nanti diberi sorga ketika rohnya sudah terpisah dari raga,salah satunya adalah manusia sukses sebagai pembawa Rahmat,pembawa kebaikan ketika masih hidupnya bagi alam semesta.

Dimana pun,kapanpun orang begini berada,dia selalu bermanfaat bagi dirinya,bagi saudaranya,bagi keluarganya,bagi tetangganya,bagi alam semesta.

Orang shaleh atau orang baik,bermanfaat bagi anak istrinya,bagi orang tuanya,bagi keluarganya termasuk sopir,satpam,atau pembantu rumah tangganya 

Dia bermanfaat di lingkungan rumahnya,selalu jadi sumber manfaat bagi kelestarian alam,dia hari-harinya selalu menebar manfaat.

Orang yang begini memang harus sudah selesai dengan dirinya sendiri,secara fisik materil juga secara moril spiritual,sudah hampir mencapai status insan Kamil.

Ibadahnya tetap sesuai kodratnya,mungkin dia bisa sebagai,pedagang,sebagai pegawai negeri,sebagai pegawai karyawan pabrik,sebagai guru,sebagai wartawan,sebagai ojek onlen,sebagai penarik becak,sebagai apapun sesuai takdirnya dia hidup sebagai apa.

Sesuai dengan levelnya,semua status itu diarahkan kepada jadi bermanfaat bagi dirinya,sedekah jariyah dan menolong orang lain,menyelamatkan alam adalah tujuan hidupnya,dan sebelumnya dia sudah berhasil duluan menjadi dirinya sendiri.

Sesuai level hidupnya,secara materi dia sudah cukup,secara keimanan dan spiritual sudah menyadari diri sendiri,sudah menemukan diri sendiri,sudah mampu mengendalikan diri sendiri.

Selalu semangat berbagi kebaikan seusai kemampuan,menolong sesama selalu dilakukan baik oleh pikiran,tenaga dan harta yang dimilikinya.

Tentu mencapai hidup begini sangat tidak mudah,tetapi bisa dilakukan.Tidak mudah karena sebelum berbagi dengan orang lain,dia harus selesai dulu dengan diri dan keluarganya sendiri.

Menolong dan sedekah jariyah itu,lebih utama adalah kepada orang dekat dahulu,artinya kepada lingkaran terdekat,bisa keluarga saudara dan atau terdekat secara anggota rumah tangga,ada anak,istri,suami,pembantu,sopir,security,tukang kebun,orang tua,tetangga,sanak saudara terdekat,lalu baru kepada siapapun diamanapun.

Menolong dan berbagi rezeki,sedekah jariyah tidak ada motivasi selain hanya ingin bermanfaat dan mengharap ridlo Illahi.

Menolong dan membantu setelah diri dan keluarga juga mesti diperjuangkan sejak awal untuk sukses dan mandiri dahulu,cukupkan dulu diri sendiri lahir dan batinnya,baru kemudian kita berbagi untuk semesta jika untuk berbagi harta atau materi.

Tentu tidak bijak jika kita tebar sedekah dari hasil hutangan,atau keluarga sendiri masih kekurangan,atau berbagi demi hasrat politik atau ada keinginan untuk dipuji dan dihormati orang lain,hal demikian bukan pujian yang akan didapat tetapi malah cemoohan dan ejekan yang lambat Laun akan dterima,karena niatnya berbagi tujuannya ingin mendapat balasan makhluk.

Berbagi manfaat dan ber Agi materi atau harta sebaiknya,.....sebaiknya,setelah selesai dulu dengan diri sendiri dan keluarga.

Menolong berbeda lagi,jika sifatnya menolong untuk yang darurat,yang bisa kita tolong dengan harta,tenaga atau pikiran tentu tidak mengenal waktu atau batas,wajib kita tolong sesuai kemampuan kita.

Maksud penulis,hidup bermanfaat secara berkelanjutan sekama hidup kita wajib juga kita menata diri kita terlebih dahulu.

Cukupkan ilmu dan spiritual kita agar niat tidak melenceng dari niat hanya karena Alloh,setelah itu urusan materi perkuat pemenuhan kebutuhan pokok diri dan keluarga,kumpulkan harta untuk ditebar manfaat kemudian dan berlanjut hingga kita mati.

Setelah iman kuat,harta banyak,atau harta ada,ilmu ada,keluarga sejahtera,maka berbahagialah jika kita bisa menebar berbagai manfaat ke alam semesta.

Diri dan harta kita selalu menebar manfaat dimanapun berada,kapanpun dan kepada siapapun sesana makhluk Alloh.

Subhanallah,semoga kita bisa beribadah dan hidup demikian.

Selamat Idul Adha,maafkan kami lahir bathin.

Rabu, 28 Juni 2023

Jadi Orang Baik?

Sering bingung,darimana memulai jadi orang baik ?

Ya,dari diri sendiri.Awali dari niat yang baik,pikiran baik,semangat yang baik dan berakhlak baik atau mulia.

Jadi manusia berakhlak mulia...! Manusia yang sempurna tentu tidak akan ada,kecuali Nabi kalau menurut keyakinan Islam.

Tapi secara umum manusia sempurna hampir mustahil,selalu akan ada kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja.

Dari hal kecil dan keseharian saja,kita bisa memulai untuk berusaha jadi orang baik,agar hidup kita bahagia.

Bahagia dan bisa membahagiakan orang lain,bermanfaat untuk alam semesta,dengan begitulah hidup akan bermakna.

Mari batasi ukuran bahagianya,yaitu bahagia dan tidak sengsara hidup di dunia ini,dengan usaha kita menjadi orang baik.

Bisa dimulai dari diri sendiri,menerima diri sendiri saat ini,misalnya sekarang Anda sebagai apa,sedang jadi apa...?

Mungkin kamu sekarang sedang jadi suami atau sedang jadi istri...? Maka jadilah suami yang baik,jadilah istri yang baik.

Anda mungkin sedang jadi Mahasiswa,wartawan,pelajar,pejabat,bupati,walikota,camat,RT,pengusaha,sopir,pembantu,cleaning servis,manajer,petani,peternak,sedang jadi caleg,sedang jadi legislatif,sedang jadi polisi,tentara,hakim,jaksa,sopir angkot,tenaga kesehatan,penjaga toko,sedang jadi apa anda saat ini.....?

Mulai dari situ,jadilah polisi yang baik,jadilah pejabat yang baik,jadilah ojek onlen yang baik,jadilah ibu rumah tangga yang baik,jadi pedagang yang baik,pengusaha,sopir angkot,peternak,sopir taksi bahkan pensiunan jadilah orang baik....!

Berakhlak mulia,tidak sombong,gemar menolong,tidak iri dengki,tidak dzhalim,tidak berkhianat,bertutur kata dan bertingkah laku sopan santun,adil dan bijaksana,sayang dan bertanggungjawab kepada sanak keluarga,membayar hutang jika punya hutang sampai lunas,bersikap dan bergaul baik dengan tetangga,dengan siapapun.

Tidak merugikan dan tidak merepotkan orang lain,suka membantu yang sedang kesusahan,itu contoh hal-hal yang membuat hidup bisa jadi orang baik,dan untuk hidup bisa bahagia.

Terlalu luas dan panjang jika dibahas untuk menjadi orang baik.

Mungkin Anda bisa belajar dan tambah wawasan dari sumber lain,dan saat ini sangat terbuka untuk mencari pengetahuan apapun termasuk cara menjadi orang baik.

Dan yang paling penting langsung diamalkan,langsung praktek jadi orang baik.Setumpuk ilmu kebaikan setinggi studi Anda dengan keilmuan kebaikan jika tidak diamalkan percuma saja,tumpukan ilmu yang tidak diamalkan sama saja nilainya dengan maaf-sampah- yang tak berguna,bahkan untuk diri sendiri pun tak ad manfaat jika tidak diamalkan tidak dipraktekkan.

Mulai dengan jadi suami yang baik,jadi istri yang baik,jadi boss yang baik bagi pegawai Anda.

Perhatikan orang terdekat,bantu dan jadilah bermanfaat bagi mereka.

Teruuusss...meluas dan melebar,menebar kebaikan,mulai berbuat baik untuk diri sendiri,untuk keluarga,untuk warga sekampung,seDesa,kota,negara,bangsa,dan menebar kebaikan kepada alam semesta bukan saja kebaikan kepada sesama manusia saja,tetapi tebar kebaikan ke alam semesta,lingkungan dan sekitarnya,....mari rasakan praktekan dan buktikan Anda akan hidup bahagia.

*Disarikan dari berbagai sumber dan pengalaman hidup penulis.Wallohualam.

Senin, 26 Juni 2023

Ingin Hidup Selamat Tenang dan Bahagia

Doa sapujagat di kami kaum muslimin adalah Doa Selamat,yang artinya "Ya Alloh berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat,serta selamatkan lah kami dari siksa api neraka".

"Rabbana atina fidunya Hasanah wafilakhirati Hasanah waqina adabbannar"

***

Hidup di dunia ini yang kita cari adalah segala kebaikan,hal yang baik-baik baru kita akan merasakan kebahagiaan yaitu tidak disiksa dalam penderitaan atau neraka.

Dalam Islam jika ingin selamat dan bahagia dunia akhirat cukup kita harus bertaqwa.Muslimin dan Muslimat,mukminin dan mukminat,jika ingin selamat dan bahagia,hendaknya kita bertaqwa.

Taqwa artinya tidak melakukan hal yang dilarang Tuhan dan mengerjakan apa yang diperintahkan Tuhan.

Cara dan ilmu taqwanya ada pada syariat dengan segala perlengkapannya,yang disebut syariat agama Islam.

Itu secara keyakinan,cukup bertaqwa dan hidup akan bahagia.

Dalam keseharian ketika masih hidup,aplikasinya dalam sehari-hari bila kita ingin hidup dan mati dengan bahagia,cukup jadilah orang baik.

Lakukan hal yang baik-baik saja,lakukan hubungan kepada Tuhan dengan baik melalui ritual ibadah sesuai syariat yang lurus dan benar.

Juga lakukan hubungan dengan sesama makhluk terutama sesama insan dengan baik pula,termasuk berhubungan baik terhadap alam semesta.

Karena ketika hidup di dunia hukum alam berlaku,siapa yang menanam kebaikan sekecil apapun maka balasan yang akan didapat adalah kebaikan dan hal yang baik-baik.

Pun,sebaliknya jika berbuat buruk atau jahat kepada manusia dan alam semesta maka balasan karma buruk pun akan didapat sesuai amal kejahatannya.

Jika kita berbohong pasti kita akan dibohongi orang,jika kita suka iri dengki dan dhzalim ke sesama maka yang didapat adalah hal serupa,keburukan yang akan didapat.Ini salah satu contoh sifat dan perbuatan baik atau buruk maka balasannya sesuai dengan amal kita.

Hukum karma akan terjadi pada apapun yang kita perbuat selama masih di dunia ini.

Karma baik akan berakibat baik,sebaliknya perbuatan buruk akan mendapat karma buruk pula.

Jika kita mau hidup bahagia dan selamat dunia akhirat,teruslah berusaha dan beramal yang baik-baik.

Jadilah orang baik..maka hidup dan mati kita akan baik-baik juga.Sunatulloh demikian terjadi ke kehidupan nyata saat ini.

Jadi tidak usah menyalahkan pihak lain jika saat ini sedang seperti bernasib buruk,sengsara,menderita,dan semacamnya karena jika kita renungkan mungkin saja pada masa lalu,amal dan perbuatan kita terlalu banyak berbuat hal yang buruk-buruk atau jahat kepada sesama.

Terus bagaimana agar keluar dari penderitaan dunia jika sedang dilanda hal demikian,bernasib buruk...?

Bertaubat, teruslah berusaha dan beramal baik,jadilah orang yang baik....! Pasti balasan kebaikan akan merubah dari nasib jelek kepada bernasib bagus atau bahagia.

Jadilah orang baik ....!

Wallahu Alam 

Dari Sini Keluarga Sejahtera Dimulai

Keluarga muda yang baru membangun rumah tangga,baru saja menikah bisa saja masih bingung belum menyadari harus darimana dimulai untuk bisa bertahan,tumbuh dan bahagia berkeluarga.

Sebagai makhluk hidup individu dan makhluk sosial,yang saat ini kalian sudah berdua,sebagai suami dan sebagai istri.

Dalam teori berkeluarga masing-masing mempunyai tugas pokok sesuai statusnya,tugas pokok atau kewajiban suami dan istri tentu berbeda dalam hal tentang hak dan kewajiban khusus dalam keseharian berumah tangga.

Tugas pokok suami adalah jadi pemimpin keluarga,sebagai ketua dalam pengambilan keputusan keluarga,sebagai pelindung utama anak dan istri,sebagai kepala dalam segala hal urusan yang menyangkut masalah dalam dan luar rumah tangga.

Kewajiban memenuhi kebutuhan pokok seluruh keluarga ada pada suami atau laki-laki.Itulah kodrat aslinya tugas suami.

Istri tugasnya mengepalai semua aktivitas dan urusan rumah tangga termasuk anak dan mengurus segala keperluan serta melayani suami dan anak lahir bathin.

Adapun jika istri harus bekerja,sebaiknya sifatnya hanya membantu suami dengan catatan tidak melepas kewajiban pokok untuk melayani dan mengurus suami dengan anaknya.

Tetapi jika suami mampu mencukupi kebutuhan semua biaya dan urusan keluarga maka sebaiknya istri fokus saja mengurus anak dan rumah,melayani suami dengan baik dan menjaga rumah dengan baik.

Sangat kuno dan mungkin tidak sepakat untuk zaman kekinian bagi sebagian kaum wanita masa kini.
Sangat dimengerti jika penghasilan suami kurang mampu untuk mensejahterakan keluarga,maka istri masa kini banyak yang memilih untuk ikut juga bekerja untuk mencari tambahan pendapatan keuangan.

Dalam kondisi dan ukuran tertentu,mungkin istri ikut bekerja bisa dimengerti dan tentu tidak salah selama pekerjaannya itu tidak melalaikan tugas istri di rumah.

Tetapi bicara keluarga ideal dan ini pendapat kuno sebenarnya,jika ingin sebuah keluarga tidak terlalu banyak muncul masalah dan konflik,yang terbaik adalah suami itu mampu menafkahi dan membiayai seluruh biaya hidup keluarganya dengan cukup.

Ukuran cukup ini memang menjadi nilai yang relatif,satu keluarga dengan yang lainnya ukuran cukup biaya hidup bisa berlainan jika pos pengeluaran keluarganya ditambah dengan pos pengeluaran bukan sekedar kebutuhan.

Akan jadi banyak pengeluaran jika biaya ditambah  dengan biaya gaya hidup dan untuk memenuhi semua keinginan.Bahkan jika tidak terkontrol semua keinginan ajan membuat pendapatan sebesar apapun ajan selalu terasa kurang.

Namun paling tidak penghasilan suami bisa membiayai kebutuhan pokok dengan aman,yaitu kebutuhan makanan,pakaian dan perumahan ditambah untuk biaya pendidikan jika sudah hadir anak.

Bisa membiayai hal tersebut di atas,seorang suami termasuk suami yang baik dan apalagi jika bisa menabung dan investasi untuk dana darurat atau untuk mempersiapkan masa depan keturunan itulah suami ideal.

Dari faktor ekonomi inilah biasanya masalah dalam keluarga suka muncul masalah,selain soal lain yang sering melanda kebahagiaan keluarga jadi tidak tercapai.

Bukan mengesampingkan masalah lainnya,namun hal utama pondasi keutuhan pernikahan faktor ekonomi keluarga harus terus dibangun dan diperkuat agar tidak terjadi resesi ekonomi lokal di keluarga.

....selamat berjuang keluarga muda.....


Terbaru

Blog Masih Hidupkah,Masih Laku?

Di tengah gempuran banjir informasi disertai kemajuan super cepat perkembangan teknologi informasi yang selalu terbarukan secepat "kila...

Terpopuler